Definisi definisi dari istilah dalam bahasa Indonesia

  1. 1. Penalaran Induktif

Induktif merupakan
proses berpikir di mana kita menyimpulkan bahwa apa yang kita ketahui
benar untuk kasus-kasus khusus, juga akan benar untuk semua kasus
yang serupa dengan yang tersebut tadi untuk hal-hal tertentu.

Contoh :

kucing punya mata. anjing punya mata. ayam punya mata
:. setiap hewan punya mata

  1. 2. Penalaran Deduktif :

Menurut kaidah bahasa Indonesia, penalaran deduktif berarti penalaran yang bersifat deduksi, yaitu penalaran atas dasar hal-hal yang bersifat umum kemudian diturunkan ke hal-hal yang khusus. Sedangkan penalaran induktif, secara bahasa berarti penalaran yang bersifat induksi, yaitu penalaran atas dasar dari hal-hal yang bersifat khusus, kemudian disimpulkan menjadi yang bersifat umum. Tercatat beberapa penjelasan tentang deduksi dalam matematika, di antaranya:

Proses penalaran dari prinsip umum diturunkan ke kesimpulan fakta khusus

Proses penalaran yang konklusinya diturunkan secara mutlak dari premis-premisnya

Suatu argument adalah valid deduktif jika dan hanya jika bahwa tidak mungkin konklusi salah padahal premisnya benar.

Pembuktian yang menggunakan penalaran deduktif biasanya menggunakan kalimat implikatif yang berupa pernyataan jika …, maka …. Kemudian, dikembangkan dengan menggunakan pola pikir yang disebut silogisme, yaitu sebuah argumen yang terdiri atas tiga bagian. Di dalamnya terdapat dua pernyataan yang benar (premis) yang menjadi dasar dari argument itu, dan sebuah kesimpulan (konklusi) dari argument tersebut. Di dalam logika, sebagai cabang (inti) matematika yang banyak membahas tentang silogisme terdapat beberapa aturan yang menyatakan apakah silogisme itu valid (sahih) atau tidak.

(1) Premis Mayor – Premis pertama haruslah memiliki satu hal yang berhubungan dengan premis yang kedua

(2) Premis Minor – Premis kedua haruslah memiliki satu hal yang berhubungan dengan premis pertama

(3) Konklusi – Kesimpulannya haruslah memiliki satu hal yang berhubungan dengan kedua premis tersebut.

Contoh :

Premis Mayor : Semua serangga termasuk vertebrata

Premis Minor : Semua semut termasuk serangga

Konklusi : Jadi, semua semut termasuk vertebrata

  1. 3. ANALOGI

Analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses morfologi dimana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada.
Contohnya :

pada kata dewa-dewi, putra-putri, pemuda-pemudi, dan karyawan-karyawati.

  1. 4. GENERALISASI

Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.

Contoh:

Cut Tari adalah presenter gosip, dan ia berparas cantik.

Dorce adalah presenter gosip, dan ia berparas cantik.
Generalisasi: Semua presenter gosip berparas cantik.

  1. 5. HUBUNGAN KAUSAL

adalah cara penalaran yang diperoleh dari peristiwa-peristiwa yang memiliki pola hubungan sebab-akibat.

Contoh

Hubungan Kausal adalah :
Kemarin Budi tidak masuk sekolah. Hari ini pun tidak. Pagi tadi adiknya pergi ke apotek membeli obat. Karena itu, pasti Badu sedang sakit.

  1. 6. SILOGISME

Silogisme merupakan bagian yang paling akhir dari pembahasan logika formal, dan dianggap sebagai bagian yang paling penting dalam ilmu logika. Dilihat dari bentuknya silogisme adalah contoh yang paling tegas cara berpikir deduktif, yakni mengambil kesimpulan khusus dari kesimpulan umum. Hanya saja dalam teori silogisme, kesimpulan terdahulu terdiri dari dua keputusan saja, sedang salah satu keputusannya harus universal; dan dalam dua keputusan tersebut harus ada unsur yang sama-sama dipunyai oleh kedua keputusannya.
Jadi yang dinamakan silogisme adalah suatu pengambilan kesimpulan, dari dua macam keputusan (yang mengandung unsur yang sama, dan salah satunya harus universal) suatu keputusan yang ketiga, yang kebenarannya sama dengan dua keputusan yang mendahuluinya.
Contoh:
Semua manusia akan mati
Si Digo manusia
Jadi : si Digo akan mati
Putusan-putusan yang menjadi sumber putusan terakhir disebut premisse. Priemisse yang wilayahnya umum disebut premisse mayor, sedangkan yang wilayahnya tidak/kurang umum disebut presmisse minor. Adapun putusan yang ditarik dari premisse ini desebut konklusi atau kesimpulan. Kedua premisse itu sering disebut juga antesedens. Sedangkan konklusi lalu dinamai konsekwens.

  1. 7. Entimem :

Entimem pada dasarnya adalah Silogisme. Tetapi alam entimem salah satu premisnya dihilangkan / tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.

Contoh Entimem : Susno tidak mau menerima uang suap, karena ia polisi yang baik.

8.   Proposisi :

Proposisi adalah Kalimat logika yang merupakan penyataan tentang hubungan antara dua atau beberapa hal yang dapat dinilai benar atau salah.

Contoh Proposisi :

a) Ayam adalah burung

b) Indonesia menjadi negara makmur

c) Kamu berdiri di pinggir pantai

9.   Premis :

Premis adalah Pernyataan yang digunakan sebagai dasar penarikan kesimpulan.

Contoh Premis Tidak ada satu orang manusiapun yang tidak mati·:

Andi adalah manusia·

10.   Term :

Term adalah  Ungkapan pengertian dalam bentuk kata atau beberapa kata.

Contoh Term : Semua gula manis

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s