Lingkungan kos di sekitar kita

PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL DAN TEMAN SEBAYA
TERHADAP KEMAMPUAN ADAPTASI SOSIAL MAHASISWA

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh langsung lingkungan sosial terhadap persepsi mahasiswa tentang masyarakat sekitar pondokan, (2) pengaruh langsung lingkungan sosial terhadap kemampuan bersosialisasi mahasiswa, (3) pengaruh langsung teman sebaya terhadap persepsi mahasiswa tentang masyarakat sekitar pondokan, (4) pengaruh langsung teman sebaya terhadap kemampuan bersosialisasi mahasiswa, dan (5) pengaruh langsung persepsi masyarakat sekitar pondokan terhadap kemampuan bersosialisasi mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto dengan populasi seluruh mahasiswa yang tinggal di tempat kos Kampung Baru Kedaton Bandar Lampung. Sampel penelitian diambil sebanyak 329 responden dengan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode angket, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis). Penelitian ini menemukan bahwa (1) lingkungan sosial memiliki pengaruh langsung yang positif terhadap persepsi mahasiswa tentang masyarakat sekitar koskosan, (2) lingkungan sosial, teman sebaya dan persepsi mahasiswa tentang masyarakat sekitar kos-kosan memiliki pengaruh langsung yang positif terhadap kemampuan mahasiswa dalam melakukan sosialisasi, (3) teman sebaya memiliki pengaruh langsung yang positif terhadap persepsi mahasiswa tentang masyarakat sekitar kos-kosan, (4) teman sebaya memiliki pengaruh langsung yang positif terhadap kemampuan mahasiswa dalam melakukan sosialisasi, dan (5) persepsi mahasiswa tentang masyarakat sekitar kos-kosan memiliki pengaruh langsung yang positif terhadap kemampuan mahasiswa dalam melakukan sosialisasi.

Kata Kunci: adaptasi sosial, teman sebaya, lingkungan sosial mahasiswa

1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Manusia pada umumnya dilahirkan seorang diri, namun demikian, mengapa harus hidup bermasyarakat. Seperti diketahui, manusia pertama Adam telah ditakdirkan untuk hidup bersama dengan manusia lain, yaitu istrinya yang bernama Hawa. Banyak cerita-cerita tentang manusia yang hidup menyendiri seperti Robinson Crusoe. Akan tetapi pengarangnya tak dapat membuat suatu penyelesaian tentang hidup seorang diri tadi, karena kalau dia mati berarti riwayatnya pun akan habis pula. Maka kemudian muncullah tokoh “Friday” sebagai teman Robinson Crusoe. Walaupun temannya itu pria juga, namun hal itu membuktikan bahwa pengarang sudah mempunyai perasaan tentang kehidupan bersama antar manusia. Begitu pula tokoh Tarzan di dalam film. Ia diberi pasangan seorang wanita sebagai teman hidupnya, yang kemudian berketurunan pula, dan seterusnya.
Sejak dilahirkan, manusia sudah mempunyai dua hasrat atau keinginan pokok, yaitu: (1) keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya, yaitu masyarakat, dan (2) keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya. Untuk dapat menghadapi dan menyesuaikan diri dengan kedua lingkungan tersebut, manusia menggunakan pikiran, perasaan, dan kehendaknya (Basrowi, 2005).
Soekanto (2002: 115) mengemukakan beberapa persyaratan sebuah kelompok sosial, yaitu: (1) setiap anggota kelompok harus sadar bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan, (2) ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya, (3) ada suatu faktor yang dimiliki bersama, sehingga hubungan antara mereka bertambah erat, (4) berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku, dan (5) bersistem dan berproses.
Manusia mempunyai naluri untuk senantiasa berhubungan dengan sesamanya. Hubungan yang berkesinambungan tersebut menghasilkan pola pergaulan yang dinamakan pola interaksi sosial. Pergaulan tersebut menghasilkan pandangan-pandangan mengenai kebaikan dan keburukan. Pandangan-pandangan tersebut merupakan nilai-nilai manusia, yang kemudian sangat berpengaruh terhadap cara dan pola berpikirnya. Agar terjadi hubungan yang akrab, individu-individu yang bersangkutan mau tak mau secara fisik harus saling mengenal, saling berbicara dan saling melihat. Hal itu merupakan saluran utama untuk pertukaran pikiran, cita-cita maupun perasaan.
Salah satu sifat utama hubungan-hubungan adalah kesamaan tujuan dari individu-individu yang tergabung di dalam kelompok tadi. Satu di antara tujuan bersama tadi adalah hubungan antar individu-individu tersebut. Jadi hubungan itu bukan merupakan alat untuk mencapai tujuan, akan tetapi bahkan merupakan salah-satu tujuan utama. Hal ini berarti bahwa hubungan tersebut terlepas dari unsur-unsur kontrak, ekonomi, politik maupun hubungan kerja. Hubungan tersebut bersifat pribadi, spontan, sentimental dan inklusif. Secara ideal, hubungan dianggap sebagai tujuan atau sebagai suatu nilai sosial yang harus dicapai. Ini berarti bahwa hubungan tersebut harus bersifat sukarela, di mana pihak-pihak yang bersangkutan benar-benar merasakan adanya suatu kebebasan dalam pelaksanaannya.
Masyarakat sekitar kampus yang setiap saat menerima mahasiswa untuk tinggal (kos), dalam sosiologi dikategorikan sebagai kelompok sekunder. Kelompok sekunder adalah kelompok-kelompok besar yang terdiri dari banyak orang. Hubungannya tak perlu berdasarkan kenal-mengenal secara pribadi dan sifatnya tidak begitu langgeng.
Masyarakat Kampung Baru, Bandar Lampung sebagai masyarakat kos-kosan merupakan pihak yang terkait dengan bidang pendidikan. Masyarakat tersebut hendaknya harus selalu berusaha untuk meningkatkan dukungannya terhadap mutu pendidikan. Rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Bagaimanakah pengaruh langsung lingkungan sosial terhadap persepsi mahasiswa tentang masyarakat sekitar pondokan?
2. Bagaimanakah pengaruh langsung lingkungan sosial terhadap kemampuan bersosialisasi mahasiswa?
3. Bagaimanakah pengaruh langsung teman sebaya terhadap persepsi mahasiswa tentang masyarakat sekitar pondokan?
4. Bagaimanakah pengaruh langsung teman sebaya terhadap kemampuan bersosialisasi mahasiswa?
5. Bagaimanakah pengaruh langsung persepsi masyarakat sekitar pondokan terhadap kemampuan bersosialisasi mahasiswa?
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:
1. pengaruh langsung lingkungan sosial terhadap persepsi mahasiswa tentang masyarakat sekitar pondokan;
2. pengaruh langsung lingkungan sosial terhadap kemampuan bersosialisasi mahasiswa;
3. pengaruh langsung teman sebaya terhadap persepsi mahasiswa tentang masyarakat sekitar pondokan;
4. pengaruh langsung teman sebaya terhadap kemampuan bersosialisasi mahasiswa
5. pengaruh langsung persepsi masyarakat sekitar pondokan terhadap kemampuan bersosialisasi mahasiswa.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s